26/02/2015

Ginjal



 Musik lovers, kita juga harus tahu tentang ginjal! Berikut penjelasannya!

GINJAL
·         Merupakan alat ekskresi utama pada manusia.
·        Dalam tubuh manusia terdapat sepasang ginjal yang berwarna coklat kemerah-merahan berbentuk kacang buncis.
·     Terletak di rongga perut sebelah kanan depan dan kiri depan ruas-ruas tulang belakang bagian pinggang yaitu di belakang rongga abdomen.
·         Ukuran ginjal :      Panjang = 10-15 cm
Berat = 120-150 gr
·         Organ Ginjal sebelah kanan lebih rendah dari organ ginjal sebelah kiri (selisih 2 cm) karena organ ginjal sebelah kanan terdesak oleh hari saat pertumbuhan.

A.    Anatoni Ginjal :
1.      Lapisan bagian luar (Kulit ginjal)
ð  Bagian luar ginjal disebut juga korteks.
ð  Tersusun dari sel-sel ginjal (nefron) ±1 juta sel.
ð  Terdapat badan malphigi yang tersiri dari Glomerolus dan Kapsula (simpai) Bowman
ð  Glomerolus : kumpulan cabang-cabang halus berupa anyaman pembuluh darah kapiler yang dibungkus oleh kapsula bowman.
2.      Lapisan bagian tengah (Sumsum ginjal)
ð  Bagian tengah ginjal disebut medula.
ð  Medula berbentuk kerucut (renal pyramid), merupakan tempat berkumpulnya pembuluh darah kapiler dari kapsula Bowman.
ð  Medula tersusun atas saluran-saluran yang merupakan kelanjutan badan Malphigi dan saluran yang ada di bagian korteks.
ð  Dalam medula terjadi reabsorbsi dan augmentasi oleh tubulus proksimal dan tubulus distal.
ð  Antara tubulus proksimal dan tubulus distal dihubungkan oleh lengkung Henle.
3.      Lapisan bagian dalam (Rongga Ginjal)
ð  Bagian dalam ginjal disebut pelvis renalis.
ð  Rongga ginjal merupakan tempat penampungan urine yang terus menerus menetes sebagai hasil penyaringan darah di badan Malpigi.
ð  Dari rongga ginjal keluar sepasang saluran yang disebut ureter.
ð  Ureter besfungsi menyalurkan urine ke kantong kemih (vesica urine), dari kantong kemih urine dikeluarkan melalui uretra.


B.     Fungsi Ginjal
ð  Menyaring Darah sehingga menghasilkan urine.
ð   Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa.
ð   Mengekskresikan zat-zat yang membahayakan tubuh, misalnya protein-protein asing yang masuk ke dalam tubuh, urea, asam urat, dan bermacam-macam garam.
ð  Mempertahankan tekanan osmosis cairan ekstraseluler.
ð  Mengekskresi zat-zat yang jumlahnya berlebihan, misalnya kadar gula darah yang melebihi normal.
ð  Mengatur volume cairan darah.
ð  Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia dalam Darah.
ð  Mengendalikan Kadar Gula dalam Darah.
ð  Penghasil Zat dan Hormon.
ð  Menjaga Tekanan Osmosis.
ð  Menjaga Darah.

C.     Tahapan Proses Pembentukan Urine
1.      Filtrasi (Penyaringan darah)
ð  Berlangsung di glomerulus (badan Malphigi).
ð  Caringan yang telah disaring ditampung oleh Kapsula Bowman.
ð  Cairan yang telat disaring disebut urine primer (filtrat glomerulus) yang tersusun atas urea, glukosa, air, dan ion-ion anorganik (seperti; natrium, kalium, kalsium, dan klor).
ð  Darah dan protein tetap tertinggal dalam kapiler darah kerena tidak dapat menembus pori-pori glomerulus.
ð  Urine primer kemudian dialirkan melalui tubulus-tubulus di medula untuk direabsorpsi.
2.      Reabsorbsi (Penyaringan ulang)
ð  Berlangsung di kontortus proksimal.
ð  Pada tahap ini, terjadi penyerapan kembali zat-zat pada urine primer yang masih diperlukan oleh tubuh, yaitu glukosa, air, asam amino dan zat anorganik yang lain. Sedangkan urea yang diserap hanya sedikit.
ð  Cairan yang dihasilkan disebut urine sekunder (filtrat tubulus).
3.      Augmentasi (pegumpalan)
ð  Augmentasi adalah pengeluaran zat-zat yang tidak berguna dan tidak dapat disimpan tubuh.
ð  Terjadi di tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus.
ð  Pada tahap ini terjadi pengumpulan cairan dari proses sebelumnya serta penyerapan ion natrium, klor, serta urea.
ð  Cairan yang dihasilkan sudah berupa urine yang sebenarnya (hasil akhir) yang kemudian dibuang ke luar tubuh melalui ureter -> kandung kemih -> uretra

D.    Perbedaan ginjal normal dan tidak normal
Pembeda
Normal
Tidak Normal
Warna
Merah
Merah gelap
Ukuran
Normal
Terjadi pembengkakan
Nekrosis
Tidak ada
Terjadi pembengkakan
Karakter lain
Sel tersusun rapi
Terjadi rongga antar sel karena sel yang mati
Urine
Jernih
Kuning-kuning pekat

Faktor yang mempengaruhi jumlah urine yang dikeluarkan :
ð  Jumlah air yang diminum
ð  Stimulus saraf renalis
ð  Hormon antidiuretika (ADH)
ð  Jumlah garam yang harus dikeluarkan
Kadar urine yang sehat :
ð  Kadar air 95%
ð  Urea, amonia, dan asam urat yang merupakan hasil metabolisme protein.
ð  Garam dapur
ð  Zat warna empedu ( bilirubin dan biliverdin) yang berasal dari hati dan menyebabkan urine berwarna kuning
ð  Zat-zat yang berlebihan dalam darah, seperti hormon dan vitamin.

E.     Gangguan pada Ginjal
a.       Batu ginjal
ð  Karena adanya pengendapan garam kalsium
ð  Akan menimbulkan rasa sakit ketika buang air
b.      Radang ginjal (nefritis)
ð  Merupakan peradangan pada nefron (penyusun glomerulus) karena infeksi bakteri streptococcus.
ð  Disembuhkan dengan transfusi ginjal atau cuci darah secara rutin.
c.       Albuminuria
ð  Ditandai dengan adanya albumin (darah yang terbuang) dan protein dalam urine.
ð  Terjadi karena kerusakan filtrasi.
d.      Gagal ginjal (darah kotor)
ð  Merupakan kelainan dimana ginjal tidak berfungsi sebagai mana mestinya.
ð  Dapat ditolong dengan cuci darah atau cangkok ginjal.
e.       Diabetes Insipidus
ð  Penyakit mengeluarkan urine terlalu banyak (meningkatnya jumlah urine samoai 20-30 kali)
ð  Penyebabnya adalah kekurangan ADH (Anti Diuretic Hormone).
f.       Hematuria (kencing darah)
ð  Ditandai urine mengandung darah.
ð  Disebabkan karena ketika urine keluar, bergesekan dengan batu ginjal.
g.      Pielonefritis
ð  Merupakan radang saluran bagian ginjal.
ð  Terjadi karena infeksi bakteri pada bagian pelvis atau rongga ginjal.

No comments :

Post a Comment