Musik lovers, kita juga harus tahu tentang ginjal! Berikut penjelasannya!
GINJAL
·
Merupakan alat ekskresi utama pada
manusia.
· Dalam tubuh manusia terdapat sepasang
ginjal yang berwarna coklat kemerah-merahan berbentuk kacang buncis.
· Terletak di rongga perut sebelah kanan
depan dan kiri depan ruas-ruas tulang belakang bagian pinggang yaitu di
belakang rongga abdomen.
·
Ukuran ginjal : Panjang = 10-15 cm
Berat
= 120-150 gr
·
Organ Ginjal sebelah kanan lebih rendah
dari organ ginjal sebelah kiri (selisih 2 cm) karena organ ginjal sebelah kanan
terdesak oleh hari saat pertumbuhan.
A. Anatoni
Ginjal :
1. Lapisan
bagian luar (Kulit ginjal)
ð Bagian
luar ginjal disebut juga korteks.
ð Tersusun
dari sel-sel ginjal (nefron) ±1 juta sel.
ð Terdapat
badan malphigi yang tersiri dari Glomerolus dan Kapsula (simpai) Bowman
ð Glomerolus
: kumpulan cabang-cabang halus berupa anyaman pembuluh darah kapiler yang
dibungkus oleh kapsula bowman.
2. Lapisan
bagian tengah (Sumsum ginjal)
ð Bagian
tengah ginjal disebut medula.
ð Medula
berbentuk kerucut (renal pyramid), merupakan tempat berkumpulnya pembuluh darah
kapiler dari kapsula Bowman.
ð Medula
tersusun atas saluran-saluran yang merupakan kelanjutan badan Malphigi dan
saluran yang ada di bagian korteks.
ð Dalam
medula terjadi reabsorbsi dan augmentasi oleh tubulus proksimal dan tubulus
distal.
ð Antara
tubulus proksimal dan tubulus distal dihubungkan oleh lengkung Henle.
3. Lapisan
bagian dalam (Rongga Ginjal)
ð Bagian
dalam ginjal disebut pelvis renalis.
ð Rongga ginjal merupakan tempat penampungan urine
yang terus menerus menetes sebagai hasil penyaringan darah di badan Malpigi.
ð Dari rongga ginjal keluar sepasang saluran yang
disebut ureter.
ð Ureter besfungsi menyalurkan urine ke kantong kemih
(vesica urine), dari kantong kemih urine dikeluarkan melalui uretra.
B. Fungsi Ginjal
ð Menyaring Darah sehingga menghasilkan
urine.
ð Mempertahankan
keseimbangan kadar asam dan basa.
ð Mengekskresikan
zat-zat yang
membahayakan tubuh, misalnya protein-protein asing yang masuk ke dalam tubuh,
urea, asam urat, dan bermacam-macam garam.
ð Mempertahankan tekanan osmosis cairan
ekstraseluler.
ð Mengekskresi
zat-zat yang jumlahnya berlebihan, misalnya kadar gula darah yang melebihi
normal.
ð Mengatur volume cairan darah.
ð Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia dalam Darah.
ð Mengendalikan Kadar Gula dalam Darah.
ð Penghasil Zat dan Hormon.
ð Menjaga Tekanan Osmosis.
ð Menjaga Darah.
C. Tahapan
Proses Pembentukan Urine
1. Filtrasi
(Penyaringan darah)
ð Berlangsung
di glomerulus (badan Malphigi).
ð Caringan
yang telah disaring ditampung oleh Kapsula Bowman.
ð
Cairan yang telat disaring disebut urine
primer (filtrat glomerulus) yang
tersusun atas urea, glukosa, air, dan ion-ion anorganik (seperti; natrium,
kalium, kalsium, dan klor).
ð Darah
dan protein tetap tertinggal dalam kapiler darah kerena tidak dapat menembus
pori-pori glomerulus.
ð Urine
primer kemudian dialirkan melalui tubulus-tubulus di medula untuk direabsorpsi.
2. Reabsorbsi
(Penyaringan ulang)
ð Berlangsung
di kontortus proksimal.
ð Pada
tahap ini, terjadi penyerapan kembali zat-zat pada urine primer yang masih
diperlukan oleh tubuh, yaitu glukosa, air, asam amino dan zat anorganik yang
lain. Sedangkan urea yang diserap hanya sedikit.
ð Cairan
yang dihasilkan disebut urine sekunder (filtrat
tubulus).
3. Augmentasi
(pegumpalan)
ð Augmentasi
adalah pengeluaran zat-zat yang tidak berguna dan tidak dapat disimpan tubuh.
ð Terjadi
di tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus.
ð Pada
tahap ini terjadi pengumpulan cairan dari proses sebelumnya serta penyerapan
ion natrium, klor, serta urea.
ð Cairan
yang dihasilkan sudah berupa urine yang sebenarnya (hasil akhir) yang kemudian
dibuang ke luar tubuh melalui ureter -> kandung kemih -> uretra
D. Perbedaan
ginjal normal dan tidak normal
Pembeda
|
Normal
|
Tidak Normal
|
Warna
|
Merah
|
Merah gelap
|
Ukuran
|
Normal
|
Terjadi pembengkakan
|
Nekrosis
|
Tidak ada
|
Terjadi pembengkakan
|
Karakter lain
|
Sel tersusun rapi
|
Terjadi rongga antar
sel karena sel yang mati
|
Urine
|
Jernih
|
Kuning-kuning pekat
|
Faktor
yang mempengaruhi jumlah urine yang dikeluarkan :
ð Jumlah
air yang diminum
ð Stimulus
saraf renalis
ð Hormon
antidiuretika (ADH)
ð Jumlah
garam yang harus dikeluarkan
Kadar
urine yang sehat :
ð Kadar
air 95%
ð Urea,
amonia, dan asam urat yang merupakan hasil metabolisme protein.
ð Garam
dapur
ð Zat
warna empedu ( bilirubin dan biliverdin) yang berasal dari hati dan menyebabkan
urine berwarna kuning
ð Zat-zat
yang berlebihan dalam darah, seperti hormon dan vitamin.
E. Gangguan
pada Ginjal
a. Batu
ginjal
ð Karena
adanya pengendapan garam kalsium
ð Akan
menimbulkan rasa sakit ketika buang air
b. Radang
ginjal (nefritis)
ð Merupakan
peradangan pada nefron (penyusun glomerulus) karena infeksi bakteri streptococcus.
ð Disembuhkan
dengan transfusi ginjal atau cuci darah secara rutin.
c. Albuminuria
ð Ditandai
dengan adanya albumin (darah yang terbuang) dan protein dalam urine.
ð Terjadi
karena kerusakan filtrasi.
d. Gagal
ginjal (darah kotor)
ð Merupakan
kelainan dimana ginjal tidak berfungsi sebagai mana mestinya.
ð Dapat
ditolong dengan cuci darah atau cangkok ginjal.
e. Diabetes
Insipidus
ð Penyakit
mengeluarkan urine terlalu banyak (meningkatnya jumlah urine samoai 20-30 kali)
ð Penyebabnya
adalah kekurangan ADH (Anti Diuretic Hormone).
f. Hematuria
(kencing darah)
ð Ditandai
urine mengandung darah.
ð Disebabkan
karena ketika urine keluar, bergesekan dengan batu ginjal.
g. Pielonefritis
ð Merupakan
radang saluran bagian ginjal.
ð Terjadi
karena infeksi bakteri pada bagian pelvis atau rongga ginjal.
No comments :
Post a Comment